Nilai Ambang Batas (NAB) adalah standar kadar atau intensitas faktor bahaya yang dapat diterima tenaga kerja selama 8 jam sehari atau 40 jam seminggu tanpa mengakibatkan gangguan kesehatan. Angka-angka resminya dimuat dalam lampiran Permenaker 5/2018.

Fungsi NAB

NAB adalah penggaris higiene industri: pembanding hasil pengukuran untuk memutuskan perlu-tidaknya pengendalian, dasar menetapkan lama pajanan yang diizinkan, dan bukti objektif dalam penilaian dugaan penyakit akibat kerja.

Contoh Angka NAB yang Paling Sering Dipakai

  • Kebisingan: 85 dBA untuk 8 jam/hari. Naik 3 dBA = waktu pajanan yang diperbolehkan terpangkas separuh (88 dBA → 4 jam; 91 dBA → 2 jam).
  • Iklim kerja panas: dinyatakan dalam ISBB (Indeks Suhu Basah dan Bola) dengan pengaturan siklus kerja-istirahat sesuai beban kerja.
  • Getaran: NAB getaran lengan-tangan dan seluruh tubuh dalam m/det².
  • Bahan kimia: ratusan zat dengan NAB masing-masing dalam ppm atau mg/m³ — beberapa dilengkapi PSD/STEL (batas pajanan singkat 15 menit) dan KTD (kadar tertinggi yang tidak boleh dilampaui sesaat pun).

Bagaimana NAB Diukur

Pengukuran dilakukan personel/lembaga kompeten dengan alat terkalibrasi: sound level meter dan noise dosimeter untuk bising, heat stress monitor untuk iklim kerja, serta pompa sampling udara dan analisis laboratorium untuk kimia — dibandingkan sebagai rata-rata tertimbang waktu (TWA) terhadap NAB. Metodologi dan frekuensinya mengikuti Permenaker 5/2018.

Tindak Lanjut Hasil

Melebihi NAB berarti wajib mengendalikan mengikuti hierarki pengendalian — peredaman sumber bising, ventilasi untuk pencemar udara, rotasi pajanan, sampai APD yang sesuai. Pekerja yang terpajan di area melebihi NAB juga masuk sasaran pemeriksaan kesehatan khusus (misalnya audiometri berkala untuk area bising).